Skip to main content

Pelajaran Sejarah itu Perlu !!



Gagasan penghapusan pelajaran sejarah menimbulkan resistensi dari beberapa pihak.

Personally, saya termasuk pihak yang tidak sependapat dihapuskan pelajaran sejarah. Bagi saya pelajaran sejarah merupakan useful value

Sebagai useful value, pelajaran sejarah semestinya ditempatkan sebagai sarana membangun karakter bangsa. Sehinggga, pelajaran sejarah saat ini mesti dibingkai dalam wadah semangat persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap tegaknya Republik Indonesia.

Untuk tujuan tersebut, pelajaran sejarah seharusnya mengalami revisi kurikulum yang berorientasi membangun sikap patriotisme dan nasionalisme sebagai sebuah bangsa.

Saya merasa pelajaran sejarah tidak berdampak secara aksiologis bila harus membahas tentang kehidupan manusia purba Pithecanthropus Erectus, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Sapiens, dan Homo Wajakensis.

Di sisi lain, pelajaran sejarah sangat mungkin menimbulkan kekaguman kepada sejumlah bangsa Eropa bila materi pelajaran sejarah saat ini membahas  mengenai Marcopolo, Napoleon Bonaparte, Bartholomeus Diaz, Amerigo Vespucci, Revolusi Perancis.

Pelajaran sejarah semestinya tidak menjadi pengungkit ingatan buruk tentang beragam konflik antar kerajaan di Nusantara, meski harus diakui banyak kerajaan di Nusantara mencapai kejayaan di masa lampau. 

Sejarah mengenai manusia purba, kejayaan Eropa dan kejayaan sejumlah kerajaan di Nusantara masa lampau lebih tepat diajarkan di perguruan tinggi, bukan di level sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.

Revisi kurikulum pelajaran sejarah diwujudkan melalui refocusing bahan ajar. Ini bertujuan agar materi pelajaran sejarah tidak melebar di luar pembahasan  tentang Republik Indonesia.

Bila refocusing pelajaran sejarah terlaksana, langkah tersebut mesti memuat pembelajaran mengenai semangat patriotisme para pahlawan dalam usaha mewujudkan kemerdekaan, membangun tegaknya Republik Indonesia, dan upaya mempertahankan Republik Indonesia.

Pelajaran sejarah mesti berpijak  pada ontologi suatu bangsa dan adaptasi heroisme aktual.

(***)




Comments

Popular posts from this blog

Hikmah Perkembangan Kelapa sebagai Pengingat Kematian

Kematian didefinisikan secara ringkas sebagai berpisahnya ruh dari jasad. Berhentinya segala fungsi organ tubuh merupakan akibat dari hal itu. Tulisan singkat ini lebih sebagai analogi sederhana bahwa kematian tidaklah mengenal umur. Bagi masyarakat Jawa, perkembangan buah kelapa memiliki arti filosofis yang membuktikan bahwa kematian tidaklah mengenal usia. Yang lebih tua tidak mesti lebih dulu meninggal dunia daripada yang lebih muda. Kelapa memiliki perkembangan bertahap mulai dari : bluluk , cengkir , degan , dan krambil. Bluluk ialah bentuk buah kelapa yang berukuran sebesar telur ayam. Cengkir ialah bentuk lanjutan dari bluluk yang berukuran sebesar  tangan orang dewasa dan belum memiliki daging buah. Degan ialah buah kelapa muda yang memiliki tekstur kenyal pada daging buah. Banyak orang menikmati degan  dengan cara memakan daging buah dan meminum airnya. Nikmat dan tentu saja segar. Krambil ialah buah kelapa tua yang memiliki tekstur keras pada daging buah. Inilah tahap buah...