Skip to main content

Lebah

Waspada

Kala engkau mengangkasa

Tampak oleh netra

Insan kerap keliru menafsir 

Hadirmu sebagai ancaman

Bukan

Bukan

Engkau bukan ancaman

Engkau tak memulai menyakiti

Engkau pemberani kala tersakiti

Engkau ksatria kecil bersayap

Ku diam terpaku menatapmu

Tak bergerak

Tak bersuara

Bagiku engkau istimewa

Kemuliaanmu mengesankan

Engkau memakan yang terbaik

Engkau mengeluarkan yang terbaik

Tuhan memuliakan dirimu

Namamu terukir dalam KitabNya

(***)

Comments

Popular posts from this blog

Hikmah Perkembangan Kelapa sebagai Pengingat Kematian

Kematian didefinisikan secara ringkas sebagai berpisahnya ruh dari jasad. Berhentinya segala fungsi organ tubuh merupakan akibat dari hal itu. Tulisan singkat ini lebih sebagai analogi sederhana bahwa kematian tidaklah mengenal umur. Bagi masyarakat Jawa, perkembangan buah kelapa memiliki arti filosofis yang membuktikan bahwa kematian tidaklah mengenal usia. Yang lebih tua tidak mesti lebih dulu meninggal dunia daripada yang lebih muda. Kelapa memiliki perkembangan bertahap mulai dari : bluluk , cengkir , degan , dan krambil. Bluluk ialah bentuk buah kelapa yang berukuran sebesar telur ayam. Cengkir ialah bentuk lanjutan dari bluluk yang berukuran sebesar  tangan orang dewasa dan belum memiliki daging buah. Degan ialah buah kelapa muda yang memiliki tekstur kenyal pada daging buah. Banyak orang menikmati degan  dengan cara memakan daging buah dan meminum airnya. Nikmat dan tentu saja segar. Krambil ialah buah kelapa tua yang memiliki tekstur keras pada daging buah. Inilah tahap buah...