Skip to main content

Hidayah




Lebih dua dasawarsa, saya tidak bersua sejumlah teman saat masih bersama menimba ilmu di sekolah menengah. 

Banyak perubahan fisik diantara kami, pasti. Tetapi, raut muka dan karakteristik personal tetap ajeg diantara kita.

Banyak obrolan saling kami bagi. Dari sekian ragam pembicaraan ada satu yang menarik, menurut saya, untuk dipetik sebagai perjalanan hidup : hidayah.

Saya tertegun sebab kini banyak teman yang dulu beragama selain Islam, kini telah memilih Islam sebagai jalan hidup. Nggak ragu saya mengatakan dulu mereka kafir, kini muallaf. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tathimush shalihaat. Sambil mbatin, saya meyakinkan diri bahwa mereka menjadi muallaf bukan karena mi instan, beras dan minyak goreng serta sembako (sembilan bahan pokok).

Saya kaget [namun tidak sampai lebay], karena mereka berpindah keyakinan menjadi muslim. Saya yakin, itu semua terjadi karena hidayah Allah Tabaraka wa Ta'ala. 

Namun, saya tidak yakin bila hidayah kepada meraka datang secara ujug-ujug. Struggle dalam pencarian keyakinan telah mereka lakukan hingga sampai ke titik akhir. Hidayah. 

Saya amat-sangat respectful terhadap mereka. Luar biasa. Terlebih, saya mengenal mereka sangat taat dengan keyakinannya ketika dulu bersekolah.

Rasa hormat saya kepada mereka harus saya ungkapkan. Sebab, untuk berpindah keyakinan yang bukan perkara gampang semudah membalik telapak tangan atau smooth selayaknya air masuk ke tenggorokan. 

Banyak rintangan telah mereka hadapi dan kalahkan hingga mereka teguh menjadikan Islam sebagai aqidah. Misal, resistensi dari keluarga dan kelompok yang satu keyakinan dengan mereka. Sekali lagi, saya sangat hormat dengan keputusan mereka menjadi muallaf.

Di sisi lain, saya justru khawatir dengan keislaman saya. Jangan-jangan, di akhir hayat, saya menutup mata tidak dalam Islam, sebagaimana keadaan teman saya dulu yang kini muallaf.

Seketika saya teringat doa pada cover belakang buku 1000 Amalan Sunnah dalam Sehari dengan penerbit Pustaka Imam Asy Syafi'i, Jakarta.

Beliau selalu memohon agar diwafatkan dalam kondisi Islam dan Sunnah.

Allahumma inni as 'aluka tawafna 'alal Islami was Sunnah.

"Ya Allah, wafatkanlah hamba dalam keadaan Islam dan Sunnah".

Semoga akhir hayat kita sebagaimana doa Imam Ahmad.

(***)

Comments

Popular posts from this blog

Colt Brundul

Minggu pagi ketika banyak orang sibuk dengan persiapan gowes dan senam aerobik, saya malah asyik menyeduh teh hangat.  Saya tetap mencoba istiqamah menerapkan prinsip physical distancing,  semoga cepat berakhir pandemi corona di Indonesia. Sejujurnya saya kehabisan ide untuk menulis di hari ini. Baiklah, saya pilih ide ngawur dan ringan saja daripada nggak ada bahan tulisan.  " Nggak apa apa ya ?" " Okey  kalo begitu !" Anda pernah melihat jenis mobil  di bawah ? Banyak orang menyebutnya sebagai Colt Brundul . Mobil tersebut bermerek Mitsubishi dengan nama varian Colt T120  diproduksi antara tahun 1973-1981 dan merupakan salah satu jenis mobil bak terbuka. Kedua hal ini menjadi sebab ia dikenal sebagai Colt Brundul.  Soal tenaga angkut, sudah pasti terbukti.  Silakan tanya kepada yang pernah menjajalnya. Banyak wong sugih dahulu lebih menyukai membeli colt brundul daripada mobil  pick up lain atau mobil penumpang (station wagon). Pertimbangan manfaat le...