Skip to main content

Kalung Antivirus Corona

Biasanya saya menggunakan minyak kayu putih untuk dua hal : kerikan dan melancarkan pernafasan.

Efektivitas minyak kayu putih sudah teruji ampuh menyembuhkan masuk angin karena efek menghangatkan tubuh yang dimilikinya. Efek melegakan pernafasan juga dimiliki minyak kayu putih sehingga ia lazim digunakan untuk melancarkan pernafasan akibat hidung tersumbat.

Namun saya tidak membahas mengenai dua hal tersebut karena hampir semua orang memiliki pengalaman serupa dengan saya akan khasiat minyak kayu putih.

Kayu putih (eucalyptus) merupakan jenis tanaman obat yang daunnya bisa diubah menjadi minyak sebagai bahan pengobatan. Masyarakat mengenalnya sebagai minyak kayu putih.

Beberapa hari lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitang Kementan) merilis hal yang luar biasa sensasional.

Sensasional karena telah melakukan serangkaian penelitian sehingga menghasilkan kesimpulan luar biasa yang menyatakan bahwa kandungan bahan aktif yang ada di dalam daun kayu putih (eucalyptus) mampu membunuh Virus Corona.

Menindaklanjuti hasil penelitian tersebut, maka kementerian pertanian berencana memproduksi Kalung Antivirus Corona.

Ya..!!!

Kalung Antivirus Corona.

Kalung ini bukanlah kalung emas seperti lazimnya sebagai perhiasan yang sewaktu-waktu bisa dijaminkan di Pegadaian.

Kalung Antivirus Corona merupakan seuntai kalung terapi karena diklaim oleh Kementerian Pertanian memiliki efektivitas sangat luar biasa.

Efektivitas luar biasa dari Kalung Antivirus Corona tersebut ialah mampu mematikan Virus Corona sebesar 42% bila dipakai selama 15 menit. Efektivitasnya akan bertambah menjadi 80% bila dipakai selama 30 menit.

Cukup simple 'kan ?

Saya tetap menghargai kerja keras dan hasilnya namun sikap skeptis tetap harus selalu ada untuk menguji validitas hasil penelitian.

Sikap skeptis saya terhadap Kalung Antivirus Corona ada beberapa hal tersebut di bawah.

Kompetensi Kementerian

Virus Corona menjadi salah satu permasalahan bidang kesehatan di Indonesia.

Peneliti di Kementerian Kesehatan pasti lebih memahami hal ini karena salah satu tugas pokok dan fungsi Kementerian Kesehatan ialah membantu Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan di bidang kesehatan. 

Kementerian Pertanian memiliki salah satu tugas pokok dan fungsi  sebagai pembantu Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan dengan perumusan, penetapan dan kebijakan di sektor pertanian secara nasional.

Berkaca pada kompetensi dua kementerian tersebut, maka hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian patut diverifikasi ulang validitasnya oleh Kementerian Kesehatan. 

Hal ini sangat rasional karena Kementerian Kesehatan memiliki sumber daya manusia yang lebih berkompeten dalam bidang virologi khususnya Virus Corona.

Uji Efektivitas

Klaim bahwa daun kayu putih (eucalyptus) efektif dalam mematikan virus Corona mesti didahului serangkaian uji efektivitas obat oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Sampai tulisan ini dibuat, BPOM belum memberikan pernyataan secara resmi apakah telah melakukan serangkaian uji guna memastikan efektivitas daun kayu putih dalam membunuh Virus Corona.

Bila Kementerian Pertanian belum mengirimkan permintaan uji efektivitas daun kayu putih sebagai obat kepada BPOM dan tetap memproduksi secara massal, maka hal ini menimbulkan masalah baru yakni Kementerian Pertanian secara sengaja telah membuat dan mengedarkan obat illegal.

Senyawa Kimia

Hingga saat ini belum ada satupun senyawa kimia yang benar-benar efektif mematikan Virus Corona.

Semua penelitian yang dilakukan terhadap berbagai bahan eksperimen hanya mampu menghasilkan suatu kesimpulan bahwa bahan eksperimen tersebut berpotensi menjadi senyawa efektif anti-Corona.

Namun demikian ada pendapat dari peneliti di bidang Ilmu Kimia yang menyatakan bahwa Virus Corona akan mati bila berada dalam lingkungan yang mengandung senyawa 1,8-Epoxy-p-Metana.

Senyawa ini diyakini oleh beberapa peneliti memiliki efek bakterisida (membunuh bakteri) dan efek virusida (membunuh virus) yang ada pada manusia.

Kenyataanya adalah bahwa pada daun kayu putih (eucalyptus) mengandung senyawa 1,8-Epoxy-p-Menthane (1,8-Cineol).

Kegunaan senyawa ini sangat kompleks antara lain antifungi (anti jamur), antimikroba, antivirus, dan pestisida nabati untuk membunuh hama dan penyakit pada tanaman.

Perlu pertimbangan ilmiah secara mendalam tentang efektivitas Kalung Antivirus Corona agar tidak merugikan beberapa pihak meski pada awalnya merupakan sebuah usaha melawan penyebaran Virus Corona.

Saya tidak berharap di kemudian hari Kalung Antivirus Corona menjadi bahan tertawaan sebagai Jimat Antivirus Corona yang nir-faedah.

(***)

Comments

Popular posts from this blog

Colt Brundul

Minggu pagi ketika banyak orang sibuk dengan persiapan gowes dan senam aerobik, saya malah asyik menyeduh teh hangat.  Saya tetap mencoba istiqamah menerapkan prinsip physical distancing,  semoga cepat berakhir pandemi corona di Indonesia. Sejujurnya saya kehabisan ide untuk menulis di hari ini. Baiklah, saya pilih ide ngawur dan ringan saja daripada nggak ada bahan tulisan.  " Nggak apa apa ya ?" " Okey  kalo begitu !" Anda pernah melihat jenis mobil  di bawah ? Banyak orang menyebutnya sebagai Colt Brundul . Mobil tersebut bermerek Mitsubishi dengan nama varian Colt T120  diproduksi antara tahun 1973-1981 dan merupakan salah satu jenis mobil bak terbuka. Kedua hal ini menjadi sebab ia dikenal sebagai Colt Brundul.  Soal tenaga angkut, sudah pasti terbukti.  Silakan tanya kepada yang pernah menjajalnya. Banyak wong sugih dahulu lebih menyukai membeli colt brundul daripada mobil  pick up lain atau mobil penumpang (station wagon). Pertimbangan manfaat le...

Hidayah

Lebih dua dasawarsa, saya tidak bersua sejumlah teman saat masih bersama menimba ilmu di sekolah menengah.  Banyak perubahan fisik diantara kami, pasti. Tetapi, raut muka dan karakteristik personal tetap  ajeg  diantara kita. Banyak  obrolan  saling kami bagi. Dari sekian ragam pembicaraan ada satu yang menarik, menurut saya, untuk dipetik sebagai perjalanan hidup : hidayah. Saya tertegun sebab kini banyak teman yang dulu beragama selain Islam, kini telah memilih Islam sebagai jalan hidup.  Nggak  ragu saya mengatakan dulu mereka kafir, kini  muallaf. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tathimush shalihaat.  Sambil  mbatin,  saya meyakinkan diri bahwa mereka menjadi  muallaf  bukan karena mi instan, beras dan minyak goreng serta sembako (sembilan bahan pokok). Saya kaget [namun tidak sampai  lebay ], karena mereka berpindah keyakinan menjadi muslim. Saya yakin, itu semua terjadi karena hidayah Allah  Tabaraka wa Ta'ala.  Namun, saya tidak yakin bila hidayah kepada meraka datang se...

Angka Kematian Hilang Karena Luhut

Rasanya terlalu berat untuk membenarkan keputusan koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan. Dia---untuk Luhut, saya lebih nyaman memakai kata ganti dia daripada beliau ---memutuskan tidak memasukkan angka kematian sebagai indikator harian dalam penanganan pandemi Covid . Keputusan tersebut hampir pasti melukai perasaan keluarga korban meninggal akibat Covid . Seolah kematian anggota keluarga mereka tidak berarti di mata pemerintah. Selain merepresentasikan sikap nir-empati kepada keluarga korban meninggal, keputusan Luhut menghilangkan angka kematian juga mengacaukan penanganan pandemi Covid itu sendiri. Langkah Luhut tersebut dilatarbelakangi banyak kesalahan dalam memasukkan (entry) angka kematian harian. Jika ini sebagai akar masalahnya, maka pembenahan sistem entry data kematian menjadi solusinya. Menghilangkan data kematian justru menjadi bentuk "lari" dari kesalahan. Secara terbuka, saya sangat ragu bila kesa...