Skip to main content

Ulang Tahun ?

Hari ini saya terbangun pukul dua dini hari. Nggak ada tujuan bangun jam tersebut. Ahlut tahajjud juga bukan. Hujan deras telah memaksa saya terbangun dari tidur untuk bergegas mengambil jemuran yang belum kering. Baju yang dijemur semalam terasa kembali basah.
Nggak apa apa. Sudah takdir.

Saya baru ingat hari ini tanggal 11 Juli 2020. Dalam benak saya selalu ada yang istimewa saat tanggal 11 Juli. Entah kenapa hal itu terjadi, saya ndak tahu persis. Mungkin jawabnya ialah tanggal 11 Juli merupakan hari lahir Ben Spies, pebalap Moto GP asal Amerika Serikat. Tanggal tersebut juga merupakan hari lahir mantan Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil yang telah tiada.
Allahu A'lam.
Satu yang pasti ialah orang yang saya cinta tidak lahir pada tanggal 11 Juli.

Bingung 'kan ?
Kalau ndak, ya Alhamdulillah.

Kalau bicara hari lahir, pasti yang terbayang di kita ialah acara pesta ulang tahun.

Ya atau yes ?
Nggih mawon.

Kita pasti mengetahui adanya pesta ulang tahun yang diadakan oleh seseorang. Banyak dari mereka bersuka cita merayakan hari kelahirannya.

Bagi orang kaya, pesta ulang tahun bisa dilakukan di hotel berbintang, makan malam di tepi kolam atau pesta kebun. Intinya acara ulang tahun bagi orang kaya identik dengan buang buang duit dan pamer kemewahan.
Wong sugih gitu loh..!!!

Bagi orang pas-pasan seperti saya, acara pesta ulang tahun paling cuma bikin tumpeng nasi kuning atau dicemplungin ke air.
Ngirit duit gitu loh..!!!
Sayangnya itu nggak pernah terjadi.
Duit darimana Lha wong pas-pasan ?

Nggak salah sih apa yang dilakukan karena saya bukan hakim yang berwenang memvonis.

Saya ndak rugi malah senag karena syukur-syukur dapat kue tart atau kiriman tumpeng nasi kuning darinya.

Yang jadi masalah bagi saya ialah kalau diundang ke acara pesta ulang tahun di saat nggak punya duit
Mau kasih kado, duit mepet
Nggak kasih kado, malu.
Dilema 'kan ?
Jangan-jangan Anda pernah mengalami yang saya rasakan itu ?

Saya paham Anda mungkin termasuk orang yang tidak sependapat adanya perayaan ulang tahun. Saya pun demikian.

Seorang wanita cantik, misalnya, terlahir di suatu kota di Jawa Tengah pada tanggal 29 Februari 1984, maka dapat kita pastikan tahun berikutnya dan tahun tahun berikutnya pula setiap  tanggal 29 Februari akan dinamakan sebagai "hari ulang tahun"-nya.

Kalau sudah ada "hari ulang tahun", biasanya kurang mantap bila tidak dirayakan.

Tapi saya yakin wanita cantik yang lahir 29 Februari 1984 itu ndak pernah marayakannya. Kalaupun merayakannya pasti setiap empat tahun.
Lha wong dia temanku sekolah dulu. Hehehe...

Next. Merayakan ulang tahun dengan acara pesta ialah hak setiap orang. Saya menghargai hal itu. 

Tapi benar nggak menyebut setiap tanggal kelahiran sebagai "hari ulang tahun" ?

Saya berpendapat penamaan itu kurang tepat. Penyebutan kata "hari" dan  kata "tahun" pada satu frase "hari ulang tahun" sangat tidak logis. 

Mana mungkin "hari" dan "tahun" terjadi bersamaan ?

"Hari" mengacu pada "tanggal" dan nama nama hari dari Senin sampai  Minggu dan "hari" memiliki sifat "berulang" atau circular.

Sedangkan "tahun" merupakan bagian yang terpisah dari kata "hari" dan "tahun" memiliki sifat "tidak berulang" atau linear dan tidak akan pernah bisa terulang.

Artinya kalau ada yang mengatakan "hari ulang tahun" maka   hal itu tidak tepat. 
Menurut saya, yang tepat ialah "hari kelahiran".
Tapi 'kan nggak lucu mengatakan "selamat hari kelahiran" sebagai ganti "selamat ulang tahun" ?

Memang.

Tapi itulah nyatanya.

Lanjut......

Nggak penting juga memperdebatkan "selamat ulang tahun" dengan "selamat hari kelahiran" lha wong ini cuma guyonan ringan.

Meski guyonan ringan namun kita sepakat bahwa "selamat ulang tahun" dan " selamat hari kelahiran" memiliki esensi nilai yang sama yaitu bertambahnya usia di dunia namun sejatinya mengurangi sisa usia yang telah tercatat di Lauhul Mahfuzh.
Nggih mboten ?

Mendoakan berlimpah kebaikan dan ketaatan kepada yang ber-ulang tahun maupun yang ber-hari kelahiran ialah lebih baik daripada sekedar merayakan dengan cara foya-foya, menghamburkan harta dan pamer kemewahan. Muhasabah diri menjadi tindakan bijak bagi siapapun terutama bagi yang ber-ulang tahun atau ber-hari kelahiran.

Okey...

Saatnya relax  petang sambil mendengarkan Air Supply dari Australia berjudul : 

Goodbye.......

(***)



Comments

Popular posts from this blog

Hikmah Perkembangan Kelapa sebagai Pengingat Kematian

Kematian didefinisikan secara ringkas sebagai berpisahnya ruh dari jasad. Berhentinya segala fungsi organ tubuh merupakan akibat dari hal itu. Tulisan singkat ini lebih sebagai analogi sederhana bahwa kematian tidaklah mengenal umur. Bagi masyarakat Jawa, perkembangan buah kelapa memiliki arti filosofis yang membuktikan bahwa kematian tidaklah mengenal usia. Yang lebih tua tidak mesti lebih dulu meninggal dunia daripada yang lebih muda. Kelapa memiliki perkembangan bertahap mulai dari : bluluk , cengkir , degan , dan krambil. Bluluk ialah bentuk buah kelapa yang berukuran sebesar telur ayam. Cengkir ialah bentuk lanjutan dari bluluk yang berukuran sebesar  tangan orang dewasa dan belum memiliki daging buah. Degan ialah buah kelapa muda yang memiliki tekstur kenyal pada daging buah. Banyak orang menikmati degan  dengan cara memakan daging buah dan meminum airnya. Nikmat dan tentu saja segar. Krambil ialah buah kelapa tua yang memiliki tekstur keras pada daging buah. Inilah tahap buah...