Skip to main content

Tanggapan Klepon tidak Islami

Sebuah berita tidak mesti berbobot tentang informasi yang disampaikan. Beragam hal receh tak berbobot bisa menjadi berita dan viral di masyarakat. Sensasional menjadi salah satu kunci berita receh namun mampu menggegerkan publik.

Sebagai penggemar klepon, saya mencoba objektif menyikapi status klepon yang katanya tidak islami.

Saya tertarik menerapkan pemahaman saya berkaitan dengan klaim bahwa klepon tidak Islami. Frase italic tersebut akhirnya saya pilih menjadi bagian dari judul. Berharap mampu mengcounter berita receh namun sensasional.



Perhatikan gambar di atas.

Saya tidak pedulikan dari dan untuk siapa ajakan tersebut. Motif melatarbelakangi hal itu juga bukan kapasitas saya untuk menyelidiki.

Yuk tinggalkan jajanan yang tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami.

Bila kita pahami dengan sungguh sungguh, kalimat bercetak miring di atas merupakan suatu ajakan meninggalkan klepon karena dianggap sebagai makanan yang tidak islami. Ke-tidak-islami-an klepon perlu dijelaskan pijakan berpikirnya.

"Klepon islami atau bukan islami ?"

Syariat Islam yang dibawa oleh Rasullullah berlaku untuk bangsa Jin dan Manusia. Tidak untuk selain keduanya.

Kedua makhluk Allah tersebut diwajibkan mengikuti Islam sebagaimana yang diajarkan Rasul Muhammad sesuai dengan kadar kemampuan yang dimilikinya.

Klepon ialah nama sebuah makanan tradisional. Rasanya lezat dan manis. Bila kita kaitkan dengan Islam, sesungguhnya klepon bukanlah makhluk yang bisa memahami ajaran Islam.

"Bagaimana dikatakan Islami atau tidak Islami sementara untuk memahami ajaran Islam saja klepon tidak kuasa melakukannya ?"

Penyebutan klepon tidak islami sangat tidak tepat. Mengubahnya dengan klepon islami juga tidak dibenarkan.
 
"Bagaimana dengan  buah Kurma, Tiin dan Zaitun ?"

Benar bahwa ketiga buah di atas merupakan bagian dari ajaran  Islam. 

"Kenapa dikatakan bagian dari ajaran Islam ?"

Segala hal yang ada di zaman Nabi dan beliau langgengkan dalam pelaksanaanya, maka hal tersebut merupakan bagian dari ajaran Islam. Buah Kurma, Tiin dan Zaitun termasuk dalam kategori tersebut. Ketiga buah tersebut tercantum dalam aL Qur'an dan As Sunnah.

Meski ketiganya termasuk dalam ajaran Islam namun penamaan sebagai buah islami tidak lazim digunakan. Tetapi, saya asumsikan penisbatan  makanan islami ialah sesuatu yang haq (benar) dilakukan.  

Makanan dan minuman yang tidak tercantum dalam Qur'an dan Sunnah tidak dengan sendirinya menjadikan keduanya tidak islami.

Ke-islami-an makanan dan minuman mesti ditentukan berdasarkan hukum fiqih. 

Syariat Islam mengenal lima hukum fiqih yaitu Wajib, Mustahab, Mubah, Makruh dan Haram.

Wajib (fardhu). Merupakan berbagai hal yang harus dilakukan.
Melakukannya berpahala dan meninggalkannya berdosa. 
Contoh : shalat lima waktu, shaum Ramadhan, zakat, haji ke Baitullah , nazar. 

Mustahab (sunnah). Ialah berbagai hal yang lebih utama untuk dilakukan. Melakukannya berpahala namun meninggalkannya tidak lah berdosa. 
Misal : Shaum Senin dan Kamis, Umrah, Shadaqah. 

Mubah (boleh). Ini merupakan hukum asal segala sesuatu. Hukum mubah berubah hukum dengan mempertimbangkan manfaat (mafsadah) dan keburukan (mudharat).
Contoh : segala bentuk hal  yang tidak tercantum dalam Qur'an dan Sunnah.

Makruh. Adalah hukum yang menyarankan meninggalkan suatu hal. Melakukannya tidak berdosa tetapi meninggalkannya berpahala.
Misal : meninggalkan permainan yang tidak bermanfaat.

Haram. Merupakan hukum yang tegas menyuruh setiap Muslim untuk meninggalkan suatu perkara. Melakukannya berdosa dan menjauhinya berpahala.
Contoh : daging babi, minuman keras.

Kelima hukum fiqih di atas disusun secara hirarkis dari tertinggi ke terendah.

Makanan dan minuman pada asalnya memiliki hukum mubah (boleh) dikonsumsi. Memakan dan meminumnya tidak berpahala juga tidak berdosa.

Hal serupa dapat diterapkan untuk menghukumi klepon.

Klepon tidak tercantum dalam aL Qur'an, As Sunnah maupun ijma para Shahabat. 

Berangkat dari hal ini, maka status hukum klepon ialah mubah (boleh). Saya tegaskan status hukum klepon sebagai makanan ialah mubah (boleh). Sehingga menikmati klepon menjadi hal yang tidak berdosa juga tidak berpahala.

Terdapat dua sebab klepon menjadi makanan haram.

Satu. Kandungan bahan pembuat klepon diketahui mengandung zat yang secara nyata haram menurut Islam. 
Contoh : ada kandungan daging babi dalam klepon.

Dua. Tidak terdapat kandungan zat yang nyata diharamkan menurut Islam, namun bila memakan klepon akan menyebabkan suatu keburukan dalam diri seseorang.
Contoh : seseorang memakan klepon dan ia tahu bahwa dengan memakan klepon  menyebabkan semakin parah penyakit diabetes mellitus yang dialaminya. Saat itu memakan klepon menjadi haram !

Yuk tinggalkan jajanan yang tidak islami .....

Klausa miring dan bercetak tebal di atas berpotensi dibangun di atas ketidakfaqihan memahami fiqih.

Hanya ada satu jawaban  terhadap ajakan meninggalkan klepon sebagai jajanan yang tidak islami : pahami dengan  benar kelima hukum fiqih !!!!

Allahu Musta'an.


(***)














Comments

Popular posts from this blog

Colt Brundul

Minggu pagi ketika banyak orang sibuk dengan persiapan gowes dan senam aerobik, saya malah asyik menyeduh teh hangat.  Saya tetap mencoba istiqamah menerapkan prinsip physical distancing,  semoga cepat berakhir pandemi corona di Indonesia. Sejujurnya saya kehabisan ide untuk menulis di hari ini. Baiklah, saya pilih ide ngawur dan ringan saja daripada nggak ada bahan tulisan.  " Nggak apa apa ya ?" " Okey  kalo begitu !" Anda pernah melihat jenis mobil  di bawah ? Banyak orang menyebutnya sebagai Colt Brundul . Mobil tersebut bermerek Mitsubishi dengan nama varian Colt T120  diproduksi antara tahun 1973-1981 dan merupakan salah satu jenis mobil bak terbuka. Kedua hal ini menjadi sebab ia dikenal sebagai Colt Brundul.  Soal tenaga angkut, sudah pasti terbukti.  Silakan tanya kepada yang pernah menjajalnya. Banyak wong sugih dahulu lebih menyukai membeli colt brundul daripada mobil  pick up lain atau mobil penumpang (station wagon). Pertimbangan manfaat le...